Setiap anime punya gaya khasnya masing-masing — ada yang kuat di cerita, ada yang keren di animasi, dan ada juga yang nempel di kepala karena musiknya. Tapi kadang, musik paling “merinding” justru nggak datang dari anime yang viral. Banyak banget anime underrated yang soundtrack-nya literally bisa bikin bulu kuduk berdiri.
Mereka mungkin nggak trending di Twitter, nggak dijadiin meme, dan nggak masuk playlist YouTube “Epic Anime OST”, tapi percayalah, kalau lo denger soundtrack-nya di waktu yang tepat, lo bakal ngerasa kayak diseret masuk ke dunia mereka.
Jadi, siapkan headset lo, volume pelan tapi jelas, dan yuk kita bahas anime underrated dengan soundtrack yang bukan cuma enak, tapi nempel di hati dan bikin merinding di setiap nadanya.
1. Made in Abyss – Keindahan dan Kengerian di Nada yang Sama
Gue nggak bisa nggak mulai daftar ini dari Made in Abyss. Secara musikal, anime ini adalah definisi sempurna dari “keindahan yang menipu.” Musiknya disusun oleh Kevin Penkin — komposer asal Australia yang jenius banget dalam menciptakan atmosfer antara kagum dan takut dalam waktu bersamaan.
Soundtrack-nya kayak perjalanan spiritual: ada harmoni lembut yang ngebawa lo ke kedalaman emosional, tapi di saat yang sama, ada aransemen misterius dan haunting yang bikin dada lo berat.
Yang bikin anime underrated ini terasa “merinding” bukan cuma karena melodinya, tapi karena timing-nya. Musik selalu muncul di momen paling sunyi, saat karakter berdiri di tepi jurang, saat tragedi datang tiba-tiba. Dan ketika lo denger lagu “Pathway” atau “Underground River”, lo bakal ngerasa kayak berdiri di antara keindahan dan kematian.
2. Violet Evergarden – Surat, Air Mata, dan Harmoni yang Menyembuhkan
Mungkin lo udah denger nama Violet Evergarden, tapi masih banyak yang belum nyadar kalau anime ini punya salah satu soundtrack paling emosional yang pernah ada.
Dikerjakan oleh Evan Call, musiknya bukan cuma cantik — tapi juga punya kedalaman emosional luar biasa. Piano-nya lembut, string-nya lembut banget, tapi bisa berubah jadi orkestra megah dalam satu tarikan napas.
Setiap kali Violet membaca surat atau mengingat masa lalunya, musiknya ikut nangis bareng lo. Lo nggak cuma nonton, tapi juga merasakan perjalanan emosionalnya lewat nada.
Anime underrated ini bisa bikin lo nangis bukan karena dialog, tapi karena musiknya berbicara lebih jujur dari kata-kata.
3. Your Lie in April – Musik Sebagai Luka dan Harapan
Your Lie in April memang cukup dikenal, tapi tetap termasuk anime underrated kalau dilihat dari seberapa kuat soundtrack-nya membawa cerita.
Ceritanya sendiri udah musikal banget — tentang Kousei, pianis jenius yang kehilangan kemampuannya mendengar musik setelah trauma. Tapi soundtrack-nya lah yang jadi “jiwa” anime ini.
Setiap komposisi piano, dari klasik kayak Chopin sampai aransemen orisinalnya, bikin lo ngerasa dekat banget sama rasa sakit dan kebahagiaan karakter. Musik di sini bukan cuma hiburan — dia jadi bahasa antara Kousei dan Kaori, dua orang yang sama-sama terluka.
Dan ketika soundtrack “Again” atau “Hikaru Nara” mulai main, lo bakal ngerasain sensasi aneh di dada — semacam kehilangan dan harapan yang berjalan bareng.
4. Cowboy Bebop – Jazz, Blues, dan Kebebasan
Salah satu anime underrated paling berpengaruh tapi sering dilupain generasi sekarang adalah Cowboy Bebop. Musiknya disusun oleh Yoko Kanno dan dimainkan oleh band legendaris Seatbelts.
Genre-nya? Jazz. Pure, raw, energetic jazz yang bikin setiap adegan terasa hidup. Opening-nya, “Tank!”, udah jadi lagu legendaris — tapi yang bikin merinding justru musik latarnya yang ngeblend sempurna dengan emosi karakter.
Setiap episode punya nuansa musik berbeda, dari swing yang cepat sampai balada yang menenangkan. Dan ketika episode terakhir selesai, lo bakal diem lama. Karena musiknya bukan cuma ngiringin cerita, tapi jadi jantung dari keseluruhan pengalaman.
5. Ergo Proxy – Distopia dan Nada Kegelapan
Kalau lo suka suasana misterius, melankolis, dan penuh filosofi, Ergo Proxy punya soundtrack yang bakal nempel di kepala.
Soundtrack-nya banyak pakai kombinasi industrial, ambient, dan musik eksperimental. Lo bakal denger bass halus, desahan mesin, dan nada-nada yang ngingetin lo sama dunia yang udah kehilangan sisi manusianya.
Yang bikin anime underrated ini “merinding” adalah caranya menciptakan rasa dingin tanpa harus menakuti. Nada-nada rendahnya bikin lo ngerasa kayak hidup di dunia tanpa harapan, tapi tetap pengen tahu lebih jauh.
6. Natsume Yuujinchou – Kedamaian dan Kesedihan dalam Satu Harmoni
Natsume Yuujinchou adalah anime tentang kedamaian, dan musiknya mencerminkan hal itu dengan sempurna. Tapi di balik ketenangan itu, ada nada kesepian yang halus banget tapi dalam.
Soundtrack-nya banyak pakai piano lembut, petikan senar, dan instrumen Jepang tradisional kayak shamisen. Tapi yang paling menonjol adalah bagaimana musiknya mengisi keheningan — nggak terlalu keras, nggak berlebihan, tapi selalu tepat.
Anime underrated ini bisa bikin lo merinding justru karena keheningan itu sendiri. Kadang yang bikin kita tersentuh bukan volume suara, tapi makna di balik diamnya nada.
7. A Place Further Than The Universe – Petualangan dan Musik yang Menghangatkan
A Place Further Than The Universe itu underrated banget — padahal soundtrack-nya jadi salah satu yang paling uplifting di genre slice of life.
Musiknya penuh semangat, tapi nggak lebay. Lo bisa ngerasain optimismenya di setiap petikan gitar dan melodi string yang lembut. Tapi saat momen emosional datang, musiknya berubah jadi pelan, tenang, dan mengalun kayak lagu harapan.
Anime underrated ini bukan cuma bikin lo semangat buat ngejar mimpi, tapi juga bikin lo sadar bahwa perjalanan itu jauh lebih berharga dari tujuan. Dan soundtrack-nya adalah bensin emosional dari perjalanan itu.
8. Mushishi – Alam, Spiritualitas, dan Keindahan Suara
Kalau lo nyari soundtrack yang literally bisa bikin lo tenang sampai merinding, Mushishi jawabannya.
Soundtrack-nya simpel banget — suara seruling bambu, petikan gitar halus, dan aransemen atmosferik yang hampir tanpa lirik. Tapi justru kesederhanaan itu yang bikin dia hidup.
Setiap nada di Mushishi bukan sekadar musik, tapi suara alam yang bicara pelan ke hati lo. Lo bisa ngerasain embun pagi, kabut di hutan, dan ketenangan yang nggak bisa lo dapet dari anime lain.
Anime underrated ini bener-bener meditasi visual dan audio. Lo nggak cuma nonton, lo ngerasa hidup di dalamnya.
9. Samurai Champloo – Hip-Hop dan Samurai Jadi Satu Irama
Oke, ini unik banget. Samurai Champloo nyatuin dua hal yang kelihatannya nggak mungkin bersatu: samurai dan hip-hop. Tapi entah gimana, hasilnya luar biasa.
Soundtrack-nya digarap oleh Nujabes — legenda musik lo-fi dan hip-hop Jepang. Lagu-lagunya kayak Battlecry dan Shiki no Uta jadi klasik yang nggak lekang waktu.
Tiap beat di anime ini bukan cuma keren, tapi juga reflektif. Nujabes berhasil bikin musik yang bisa lo nikmatin sambil santai, tapi juga ngangkat emosi pas adegan serius.
Anime underrated ini kayak perjalanan spiritual lewat rap pelan dan dentingan biola. Lo bakal pengen rewatch cuma buat dengerin musiknya lagi.
10. Terror in Resonance – Teror, Simpati, dan Simfoni Ketegangan
Karya masterpiece dari Shinichirō Watanabe lagi, dengan musik dari Yoko Kanno (yup, orang yang sama dari Cowboy Bebop). Tapi Terror in Resonance jauh lebih gelap dan emosional.
Musiknya banyak terinspirasi dari nuansa Skandinavia — dingin, melankolis, tapi indah. Lo bakal denger piano pelan dan vokal lembut yang bikin bulu kuduk berdiri.
Dan yang bikin anime underrated ini beda: soundtrack-nya nggak cuma ngiringin adegan teror, tapi juga rasa kesepian dan kemanusiaan dari dua karakter utama. Lo nggak tahu harus takut atau sedih, tapi musiknya bikin lo ngerasa dua-duanya.
Kenapa Soundtrack di Anime Underrated Justru Lebih Kuat
Beda dari anime mainstream yang musiknya cenderung “dijual”, anime underrated sering punya soundtrack yang lebih organik dan tulus. Kenapa? Karena musiknya dibuat untuk “menghidupkan cerita”, bukan buat jadi iklan.
Biasanya:
- Musik dibuat bersamaan dengan storyboard, jadi tiap nada nyatu sama visualnya.
- Eksperimen lebih bebas, karena nggak ada tekanan dari studio besar.
- Komposer lebih ekspresif, karena targetnya bukan popularitas, tapi perasaan.
Dan hasilnya? Soundtrack yang terasa jujur. Lo bisa ngerasa musik itu “ngerti” karakter dan dunia yang ada di anime tersebut.
FAQ tentang Anime Underrated dan Soundtrack-nya
1. Kenapa banyak soundtrack bagus justru datang dari anime yang underrated?
Karena kreator bebas bereksperimen tanpa harus mikir “pasar suka apa”. Musik dibuat dari hati, bukan algoritma.
2. Apa genre anime underrated dengan musik terbaik?
Banyak, tapi biasanya datang dari drama, slice of life, dan psychological — genre yang butuh kedalaman emosi.
3. Apakah soundtrack penting buat pengalaman nonton?
Banget. Tanpa musik, adegan kehilangan nyawa. Musik adalah “emosi kedua” dari setiap momen.
4. Soundtrack mana yang paling merinding dari daftar ini?
Made in Abyss dan Violet Evergarden — dua-duanya punya komposer yang jenius dalam bikin nuansa emosional.
5. Apa anime underrated selalu punya musik mellow?
Nggak juga. Samurai Champloo dan Cowboy Bebop punya musik upbeat tapi tetap ngena.
6. Gimana cara nikmatin soundtrack biar lebih terasa?
Gunakan headset, matikan lampu, dan nikmatin tiap adegan kayak lo lagi di dalam dunianya.
Kesimpulan
Kadang, momen paling merinding dalam hidup nggak datang dari hal besar — tapi dari suara kecil yang pas di waktu yang tepat. Begitu juga dengan anime underrated yang punya soundtrack luar biasa. Mereka mungkin nggak sepopuler anime aksi atau romansa viral, tapi musiknya nyentuh jiwa dengan cara yang lebih jujur.
Dari Made in Abyss yang magis dan menakutkan, Violet Evergarden yang lembut dan menyembuhkan, sampai Samurai Champloo yang bikin lo ngangguk pelan semuanya punya satu kesamaan: musik yang bener-bener hidup.
Jadi, kalau lo mau ngerasain pengalaman nonton yang nggak cuma di mata tapi juga di hati, mulai dari sini. Karena soundtrack yang bagus bukan cuma didengar, tapi dirasain. Dan anime underrated punya banyak banget momen kayak gitu — tinggal lo siapin waktu, ruang, dan hati buat ngerasainnya.


